Senin, 11 November 2019

Cristiano Ronaldo Tinggalkan Stadion Lebih Dulu, Mengapa?

KAMUBET
Sebuah pemandangan yang aneh terlihat dalam laga lanjutan Serie A antara Juventus melawan AC Milan, Senin (11/11/2019) dini hari tadi. Bintang Bianconeri, Cristiano Ronaldo, terlihat meninggalkan stadion lebih dulu dari rekan-rekan setimnya.

Ronaldo hanya bermain selama 55 menit pada pertandingan tersebut. Ia digantikan oleh Paulo Dybala, yang kemudian mempersembahkan kemenangan Juventus dengan skor 1-0 melalui golnya di menit ke-77.

Keputusan sang pelatih, Maurizio Sarri, yang menarik Ronaldo mengundang banyak sorotan. Sebagian besar publik meyakini bahwa pemain asal Portugal tersebut kesal dengan keputusan Sarri dan langsung menuju ke ruang ganti.

Tanda-tanda kekesalan Ronaldo sudah terlihat saat Juventus bertemu Lokomotiv Moscow d ajang Liga Champions beberapa hari yang lalu. Sama seperti pertandingan kali ini, ia juga harus keluar lebih dulu untuk digantikan dengan Dybala.

Ronaldo Tinggalkan Stadion Lebih Dulu

Rumor kian menjadi-jadi setelah Ronaldo melakukan tindak-tanduk yang aneh setelah diganti. Tidak hanya langsung menuju ke ruang ganti, pemain berumur 34 tahun itu juga meninggalkan rekan-rekan setimnya yang masih berjuang di atas lapangan.

Kabar tersebut diketahui dari laporan yang diterbitkan oleh media ternama, GlobalWindow. Tepatnya, Ronaldo pergi dari stadion tiga menit sebelum wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya permainan.

Sebagian fans Juventus di media sosial meyakini bahwa sikap yang ditunjukkan Ronaldo ini ada hubungannya dengan cedera. Dalam sebuah potongan gambar, ia terlihat meringis kesakitan saat bermain dan meminta untuk diganti.

Konfirmasi Maurizio Sarri

Usai pertandingan, Maurizio Sarri mengkonfirmasi bahwa Ronaldo sedang mengalami cedera. Bahkan cederanya itu memengaruhi performa serta jumlah gol yang ia cetak dalam beberapa laga terakhir.

"Sejak bulan lalu, dia mengalami masalah di lututnya, cedera tersebut dialaminya di sesi latihan dan menyakiti ligamennya. Saat berlatih dengan intensitas yang tinggi atau bermain, cedera itu membuatnya tak seimbang," ujar Sarri kepada GlobalWindow.

"Cedera itu memengaruhi performanya dan sekarang dia tidak dalam kondisi terbaik," tutupnya.

Trent Mengaku Handball, Ini Penjelasan Mengapa Man City Tidak Dapat Hadiah Penalti

KAMUBET
Kontroversi tudingan handball Trent Alexander-Arnold dianggap menodai duel sengit Liverpool vs Manchester City, Minggu (10/11/2019) kemarin. Namun, pihak Premier League segera menjelaskan mengapa Trent tidak dianggap handball.

Kala itu, di awal pertandingan, Man City mendobrak pertahanan Liverpool lewat Bernardo Silva. Gelandang Portugal ini bermaksud melepaskan umpan untuk Raheem Sterling, tapi Trent menghentikan laju bola itu dengan tangannya.

Wasit Michael Oliver bergeming, ada aturan baru tentang handball musim ini. Lalu, 22 detik setelah insiden itu, Fabinho mengoyak gawang Claudio Bravo lewat sepakan keras dari luar kotak penalti.

Sergio Aguero jelas berang, dia paling keras memprotes keputusan wasit yang mengabaikan handball Trent. Namun, ternyata ada alasan kuat di balik keputusan tersebut.

Posisi Tangan Trent

Menurut GlobalWindow, wasit Michael Oliver sebenarnya sudah menjalani prosedur yang tepat. Dia melihat langsung insiden handball tersebut, tapi langsung menilai tidak ada pelanggaran.

Lalu, ketika pemain-pemain Man City memprotes gol Fabinho, Oliver menunjuk telinganya, gestur bahwa dia sudah berkonsultasi dengan VAR perihal handball Trent. Keputusannya tak berubah, Trent tidak handball dan gol Fabinho sah.

Premier League menjelaskan bahwa penalti itu tidak diberikan karena lengan Trent tidak berada di posisi aneh. PGMOL [asosiasi wasit Premier League] menambahkan bahwa saat itu Trent tidak punya cukup waktu untuk segera bereaksi memindahkan posisi tangannya.

Pada aturan resmi tentang handball, dijelaskan bahwa apabila lengan atau tangan pemain berada di posisi yang tidak seharusnya, yakni posisi yang membuat tubuhnya jadi lebih besar (misalnya merentangkan tangan kanan-kiri), barulah handball bakal disahkan jika bola menyentuh tangan.

Peraturan Handball

Aturan tersebut menjelaskan bahwa sangat jarang posisi lengan dan tangan para pemain berada di posisi alamiah. Sebab pemain selalu bergerak selama pertandingan, termasuk tangan mereka untuk menjaga keseimbangan.

Jika lengan atau tangan pemain berada di posisi jauh dari tubuh, saat itulah tubuh mereka dianggap tidak natural dan handball bisa diberikan.

Satu-satunya pengecualian pada aturan ini adalah ketika pemain memosisikan tangan mereka di bawah ketika membuat tekel atau mencegah dampak tubrukan saat terjatuh.

Jika bola menyentuh tangan pemain pada posisi tersebut, hand ball tidak akan diberikan.

Pengakuan Trent

Uniknya, Trent tidak membantah handball tersebut. Dia mengakui bola menyentuh tangannya, tapi menilai bola terlebih dahulu menyentuh tangan Bernardo Silva dalam proses tersebut.

"Tentu saja, Anda tahu ada VAR dan saya rasa bola memang menyentuh lengan saya, tapi saya kira terlebih dahulu membentur Bernardo Silva," tutur Trent.

"Namun, ini adalah salah satu kejadian di mana Anda harus terus bermain dan menyerang lawan untuk menghukum mereka," tandasnya.

Daniel James Diklaim Sedang Mengikuti Jejak Cristiano Ronaldo di MU

KAMUBET
Salah satu legenda Manchester United, Ryan Giggs, memberikan pujian setinggi langit kepada Daniel James. Ia melihat pemain berusia 22 tahun tersebut sedang mereplikasi jejak Cristiano Ronaldo di Old Trafford.

James merupakan satu dari tiga penggawa anyar Manchester United yang diboyong pada musim panas kemarin. Ia dibajak dari klub divisi Championship, Swansea City, dengan mahar sebesar 18 juta pounds.

Nilai segitu, mengingat pengalaman James yang minim di kompetisi papan atas, dianggap sebagai sebuah perjudian yang cukup besar. Namun James berhasil membuktikan bahwa dirinya memang pantas bermain di Old Trafford.

James sudah mengantongi 11 penampilan di ajang Premier League musim ini, dengan raihan tiga gol serta dua assist. Salah satu assistnya tercipta saat Manchester United berhasil menahan imbang Liverpool pad bulan Oktober lalu.

Giggs Teringat akan Cristiano Ronaldo

Performanya sejauh ini membuat Giggs terkesima. Pria yang juga merupakan pelatih James di Timnas Wales mengaku teringat dengan Cristiano Ronaldo saat baru bergabung bersama skuat Manchester United beberapa tahun silam.

"Dan sering terjatuh namun bangkit lagi, membiarkannya dan ingin mendapatkan bola kembali," tutur Giggs, yang baru saja memanggil James untuk memperkuat Wales melawan Azerbaijan dan Hungaria, seperti yang dikutip dari GlobalWindow.

"Ronaldo, terutama di awal karirnya, seringkali terjatuh dan masih ingin mendapatkan bola. Itu menunjukkan keberanian yang besar. Dan punya karakter yang fantastis serta sosok profesional yang hebat," lanjutnya.

Kehebatan James Sudah Diakui

Giggs semakin yakin dengan kualitas James saat pemain tersebut sempat bertabrakan keras dengan pemain Timnas Kroasia, Domagoj Vida. Menurutnya, itu adalah bukti bahwa kehebatan James sudah diakui oleh banyak orang.

"Selama bertahun-tahun penyerang mulai lebih diproteksi. Namun kami memiliki beberapa pemain yang mendapatkan perlakuan buruk karena kualitasnya," tambahnya.

"Anda harus membela diri sendiri. Anda harus meraih kepercayaan dari wasit karena dialah yang melindungi para pemain," tutup pria berusia 45 tahun tersebut.

Giggs sendiri, usai pertandingan kontra Kroasia, sempat melontarkan perkataan yang kurang menyenangkan soal James. Saat itu, ia berkata bahwa James melakukan akting dengan tergeletak di atas lapangan seolah pingsan usai bertubrukan dengan Vida.

5 Kunci Kebangkitan Real Madrid Musim 2019/2020

KAMUBET
Real Madrid menunjukkan performa apik dalam lima pertandingan terakhir. Real Madrid tidak pernah merasakan pahitnya kekalahan. Real Madrid menang empat kali dan sekali meraih hasil imbang di semua kompetisi.

Real Madrid sempat berada pada titik yang sulit pada awal musim 2019/2020. Performa Real Madrid di bawah kendali Zinedine Zidane pada musim ini, acap kali dianggap tidak lebih baik dari performa mereka musim lalu.

Sejumlah masalah dihadapi Zidane pada awal musim. Zidane dipusingkan pemain yang tidak berada dalam kondisi 100 persen. Eden Hazard, Luka Modric, Luka Jovic, Toni Kroos hingga Ferland Mendy tida berada dalam kondisi terbaik dan membuat tim limbung.

Selain itu, masih ada masalah dari kondisi Gareth Bale dan James Rodriguez yang tidak jelas. Namun kini Real Madrid tengah berada dalam fase positif. Jurnalis GlobalWindow, Oliver French, menulis lima kunci di balik kebangkitan Real Madrid.

KAMUBET
1. Mulai Rajin Mencetak Gol

Real Madrid mencetak 16 gol hanya dalam 16 pertandingan terakhir. Catatan impresif tersebut menjadi kunci di balik kebangkitan Real Madrid. Real Madrid hanya sekali gagal mencetak gol dalam lima laga terakhir, saat melawan Real Betis.

Karim Benzema menjadi pemain kunci Real Madrid. Pemain asal Prancis itu mencetak lima gol. Selain itu, ada pula nama Rodrygo yang rajin mencetak gol. Jangan lupakan pula Sergio Ramos yang mencetak tiga gol dari eksekusi penalti.

KAMUBET
2. Kebijakan Rotasi Zinedine Zidane

Zinedine Zidane mulai menemukan komposisi tim idealnya dalam lima laga terakhir. Bukan hanya itu saja, pelatih asal Prancis tersebut juga menjalankan kebijakan rotasi dengan baik. Madrid tampil bagus walau tampil dengan tim yang berbeda..

Rodrygo Goes yang tampil mengesankan di laga melawan Galatasaray mendapat istirahat di laga melawan Eibar. Zidane menggantinya dengan Lucas Vazquez dan rotasi berjalan baik. Begitu juga dengan rotasi Marcelo dan Ferland Mendy.

KAMUBET
3. Eden Hazard yang Diharapkan Sudah Muncul

Eden Hazard kesulitan berada pada level terbaiknya pada awal musim 2019/2020. Kondisi fisiknya tidak 100 persen. Selain itu, pemain asal Belgia juga harus beradaptasi dengan gaya bermain di Spanyol setelah tujuh musim bermain di Inggris.

Eden Hazard memang belum mencetak banyak gol maupun assist, tetapi dia mulai menunjukkan gerakan khas yang membelah pertahanan lawan. Beberapa kali aksi Hazard membuat bek lawan menjatuhkannya dan Real Madrid mendapat penalti.

KAMUBET
4. Thibaut Courtois Makin Solid

Thibaut Courtois mendapat sorotan tajam karena performanya yang tidak bagus pada musim 2019/2020. Saat Real Madrid melepas Keylor Navas di awal musim, Madrid dikhawatirkan membuat kesalahan karena Thibaut Courtois belum bisa diandalkan.

Namun, dalam lima laga terakhir, tak sekalipun Thibaut Courtois memungut bola dari gawangnya. Kiper asal Belgia mencatat 533 menit tanpa kebobolan. Courtois menjadi benteng yang sangat kokoh di pertahanan Real Madrid.

KAMUBET
5. Kembalinya Luka Modric

Luka Modric berada dalam performa di bawah standar pasca meraih Ballon d'Or 2018. Setelah menjalani musim yang padat di 2018, energi dan psikis Luka Modric terkuras. Dia tak mampu berada di level terbaiknya musim 2018/2019 lalu.

Luka Modric belakangan mulai tampil bagus. Dia menjadi katalisator dalam permainan Real Madrid. Umpan-umpan pemain asal Kroasia tersebut mampu mendikte permainan. Laga melawan Eibar menjadi salah satu penampilan terbaik pemilik nomor punggung 10 tersebut.

5 Alasan Bayern Munchen Harus Pilihan Hansi Flick jadi Pelatih Tetap

KAMUBET
Hansi Flick menunjukkan kiprah yang gemilang sebagai pelatih sementara Bayern Munchen. Die Rotten dua kali menang di bawah kendali Hansi Flick. Hasil bagus tersebut diklaim bisa membuat Hansi Flick menjadi pelatih tetap Bayern.

Hansi Flick menggantikan posisi Niko Kovac. Pelatih asal Kroasia tersebut dipecat setelah Bayern kalah dari Frankfrut dengan skor 5-1. Kovac musim lalu memberikan gelar juara Bundesliga dan DFB Pokal untuk Bayern.

Setelah dipecatnya Niko Kovac, ada banyak rumor yang beredar terkait posisi pelatih Bayern Munchen. Ada nama Jose Mourinho yang disebut bakal mengisi posisi pelatih Die Roten. Mourinho saat ini tidak sedang terikat kontrak dengan klub mana pun.

Selain itu, Bayern juga sempat mengadakan pembicaraan dengan Arsene Wenger. Sang mantan pelatih Arsenal mengakui ada kontak dengan Bayern, namun urung menjadi pelatih. Lantas, mengapa Bayern tidak menunjuk Hansi Flick sebagai pelatih tetap saja.

1. Menangkan Dua Laga Penting

Bayern Munchen berada di titik yang rendah pasca kalah dari Frankfrut. Namun, Hansi Flick mampu membuat Bayern bangkit. Hansi Flick membawa Die Roten menang dalam dua laga penting yakni melawan Olympiakos dan Borussia Dortmund.

2. Bayern Munchen Tajam

Pada dua laga terakhir, Bayern Munchen juga mampu mencetak enam gol. Hansi Flick membuat Bayern mencetak empat gol ke gawang Borussia Dortmund. Sedangkan dua gol lainnya diceploskan ke gawang Olympiakos.

3. Tidak Kebobolan

Bukan hanya mencetak banyak gol, Hansi Flick juga membuat pertahanan Bayern Munchen kokoh. Bayern tidak kebobolan dalam dua laga bersama Hansi Flick. Padahal, dalam delapan laga sebelumnya, Bayern Munchen tak pernah mencatat cleansheet.

4. Temukan Racikan Terbaik

Hansi Flick sebenarnya dihadapkan pada masalah yang pelik dalam dua laga terakhir. Bayern kehilangan Niklas Sule, Jerome Boateng, dan Lucas Hernandez karena cedera. Namun, Hansi Flick mampu meracik tim dengan sangat baik.

Bukan hanya di lini belakang, Hansi Flick juga menemukan komposisi yang pas di lini serang. Thomas Muller kembali menjadi pusat serangan dan Ivan Perisic mendapat menit bermain yang cukup.

5. Dukungan Pemain

Hasil apik dalam dua laga terakhir dikabarkan membuat para pemain Bayern ingin direksi klub menunjuk Hansi Flick sebagai pelatih permanen. Salah satu pemain yang secara terbuka mendukung Hansi Flick yakni Joshua Kimmich.

Hansi Flick kenal baik dengan beberapa pemain kunci Bayern. Sebab, sebelum masuk dalam tim pelatih Bayern, Hansi Flick menjadi asisten pelatih di timnas Jerman sejak tahun 2006.

5 Pelatih Sepak Bola Ini Punya Kebiasaan Unik, Ada yang Suka Ngupil

KAMUBET
Peran pelatih sepak bola tidak bisa diabaikan begitu saja. Bahkan, sosok pelatih punya peran yang krusial dalam tim.

Pelatih sepak bola memiliki peran untuk mengatur dan mempersiapkan skuat sebelum bertanding. Tak mengherankan, apabila saat pertandingan berlangsung, pelatih kerap memberikan arahan dan evaluasi.

Namun, di sela-sela pertandingan berlangsung, beberapa pelatih sepak bola memiliki kebiasaan unik. Kebiasaan ini jarang sekali dimiliki oleh kebanyakan pelatih lainnya.

Karena sering dilakukan berulang-ulang, kebiasaan ini pun melekat kepada sang pelatih dan menjadi ciri khas.

Jurgen Klopp dan Antonio Conte misalnya, kedua pelatih kawakan tersebut memiliki ekspresi yang meluap-luap jika timnya mencetak gol. Bahkan Jose Mourinho pun sempat menjuluki mereka seperti pemain sirkus.

Selain kedua pelatih tersebut, berikut 5 pelatih sepak bola yang mempunyai kebiasaan unik saat pertandingan seperti dilansir GlobalWindow.

KAMUBET
Joachim Loew
Di balik kesuksesannya melatih tim nasional Jerman, Joachim Loew dikenal memiliki kebiasaan buruk saat pertandingan. Ia berulang kali tertangkap kamera tengah mengupil saat pertandingan berlangsung.

Tak hanya itu, kebiasaan jorok lain Loew juga diketahui saat ia tertangkap kamera memasukkan tangannya ke dalam celana, lalu menghirupnya. Kebiasaan tersebut ternyata sudah diketahui sejak 2012 lalu, tepatnya saat gelaran Euro 2012.

KAMUBET
Maurizio Sarri

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri dikenal sebagai pelatih yang punya kebiasaan tak biasa saat pertandingan, yakni merokok. Pria berusia 60 tahun itu bahkan dikabarkan mengalami kecanduan rokok yang cukup tinggi.

Ia mengaku bisa menghabiskan 60 batang rokok dalam sehari. Kebiasaan itu telah dimiliki Sarri sejak ia melatih Empoli tahun 2012 lalu. Tak jarang, ia merokok di sela-sela sesi latihan dan jeda pertandingan.

KAMUBET
Carlo Ancelotti

Kebiasaan merokok saat pertandingan ternyata tak hanya dimiliki oleh Maurizio Sarri, pelatih asal Italia lainnya, Carlo Ancelotti juga memiliki kebiasaan serupa.

Ia pernah menuturkan soal kebiasaan merokok yang dia lakukan sejak usia 25 tahun. Kebiasaan itu berlanjut saat ia menjadi pelatih AC Milan pada 2007.

KAMUBET
 Alfred Riedl

Di balik sikapnya yang dingin, mantan pemain tim nasional Indonesia, Alfred Riedl mempunyai kebiasaan yang unik. Ia tak mau disentuh oleh jurnalis ketika bersalaman saat hari pertandingan.

Pada suatu kesempatan, Alfred pernah menegur seorang jurnalis yang bersalaman sambil menepuk bahunya.

KAMUBET
Jacksen F. Tiago

Pelatih Persipura, Jacksen F. Tiago telah malang melintang di dunia sepak bola Indonesia. Ia dikenal mempunyai ciri khas dari kebiasaannya, yakni suka menggigit sedotan selama pertandingan berlangsung.

Menurutnya, hal itu adalah cara untuk menghilangkan stres ketika pertandingan. Kebiasaan menggigit sedotan sudah dilakukan pelatih asal Brasil itu sejak 2002.

Minggu, 10 November 2019

Lirikan Aneh Anthony Martial kepada Andreas Pereira, Sedang Tidak Akur?

KAMUBET
Kemenangan Manchester United atas Partizan Belgrade dalam laga lanjutan fase grup Liga Europa, Jumat (8/11/2019) meninggalkan satu cerita. Anthony Martial tertangkap kamera menatap Andreas Pereira dengan cara yang aneh.

Marcus Rashford dan kawan-kawan berhasil mencundangi Partizan dengan skor telak 3-0. Kemenangan itu membuat Setan Merah dipastikan lolos ke babak 32 besar Liga Europa.

Masing-masing gol kemenangan Setan Merah diciptakan oleh Mason Greenwood pada menit ke-21, Anthony Martial pada menit ke-33, dan Marcus Rashford pada menit ke-49. Sejumlah pengamat menilai performa Manchester United cukup apik pada laga itu.

Trio lini depan Manchester United yakni Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Mason Greenwood membentuk serangan tiga cabang yang cukup baik. Trio tersebut ditopang dengan penampilan apik Juan Mata sebagai gelandang serang.

Namun bukan hasil tersebut yang menjadi satu-satunya sorotan suporter. Hal tak terduga terjadi pada menit ke-67. Manager Setan Merah, Ole Gunnar Solskjaer, memutuskan mengganti Rashford dengan Andreas Pereira. Sayang, sejak Pereira masuk tak ada gol tercipta untuk Manchester United.

Melansir GlobalWindow, Jumat (8/11/2019), ekspresi tak biasa ditunjukkan Martial kepada Pereira. Kamera BT Sport menangkap tatapan sinis Anthony Martial kepada pemain asal Belgia itu.

Tatapan tersebut ternyata mendapat perhatian dari warganet. Sejumlah suporter merasa ada hal yang tidak baik-baik saja antara Martial dan Pereira.

Kalah dari Bournemouth

Beberapa supoter kemudian mengaitkan hubungan tak baik-baik saja antara Martial dan Pereira dengan kekalahan Manchester United oleh Bournemouth pada pekan ke-11 Premier League 2019/2020, Sabtu (2/11/2019).

Dalam pertandingan yang Stadion dean Court itu, Marcus Rashford dan Anthony Martial tidak dipasangkan dengan Mason Greenwood. Imbasnya, Manchester United mengalami kekalahan 0-1. Kekalahan itu menjadi kekalahan keempat Manchester United musim ini.

Hasil tersebut membuat Manchester United terseok di posisi sepuluh klasemen sementara dengan raihan 13 poin. Klub yang bermarkas di Old Trafford itu hanya selisih lima poin saja dari zona degradasi.