Senin, 11 November 2019

Cristiano Ronaldo Tinggalkan Stadion Lebih Dulu, Mengapa?

KAMUBET
Sebuah pemandangan yang aneh terlihat dalam laga lanjutan Serie A antara Juventus melawan AC Milan, Senin (11/11/2019) dini hari tadi. Bintang Bianconeri, Cristiano Ronaldo, terlihat meninggalkan stadion lebih dulu dari rekan-rekan setimnya.

Ronaldo hanya bermain selama 55 menit pada pertandingan tersebut. Ia digantikan oleh Paulo Dybala, yang kemudian mempersembahkan kemenangan Juventus dengan skor 1-0 melalui golnya di menit ke-77.

Keputusan sang pelatih, Maurizio Sarri, yang menarik Ronaldo mengundang banyak sorotan. Sebagian besar publik meyakini bahwa pemain asal Portugal tersebut kesal dengan keputusan Sarri dan langsung menuju ke ruang ganti.

Tanda-tanda kekesalan Ronaldo sudah terlihat saat Juventus bertemu Lokomotiv Moscow d ajang Liga Champions beberapa hari yang lalu. Sama seperti pertandingan kali ini, ia juga harus keluar lebih dulu untuk digantikan dengan Dybala.

Ronaldo Tinggalkan Stadion Lebih Dulu

Rumor kian menjadi-jadi setelah Ronaldo melakukan tindak-tanduk yang aneh setelah diganti. Tidak hanya langsung menuju ke ruang ganti, pemain berumur 34 tahun itu juga meninggalkan rekan-rekan setimnya yang masih berjuang di atas lapangan.

Kabar tersebut diketahui dari laporan yang diterbitkan oleh media ternama, GlobalWindow. Tepatnya, Ronaldo pergi dari stadion tiga menit sebelum wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya permainan.

Sebagian fans Juventus di media sosial meyakini bahwa sikap yang ditunjukkan Ronaldo ini ada hubungannya dengan cedera. Dalam sebuah potongan gambar, ia terlihat meringis kesakitan saat bermain dan meminta untuk diganti.

Konfirmasi Maurizio Sarri

Usai pertandingan, Maurizio Sarri mengkonfirmasi bahwa Ronaldo sedang mengalami cedera. Bahkan cederanya itu memengaruhi performa serta jumlah gol yang ia cetak dalam beberapa laga terakhir.

"Sejak bulan lalu, dia mengalami masalah di lututnya, cedera tersebut dialaminya di sesi latihan dan menyakiti ligamennya. Saat berlatih dengan intensitas yang tinggi atau bermain, cedera itu membuatnya tak seimbang," ujar Sarri kepada GlobalWindow.

"Cedera itu memengaruhi performanya dan sekarang dia tidak dalam kondisi terbaik," tutupnya.

Trent Mengaku Handball, Ini Penjelasan Mengapa Man City Tidak Dapat Hadiah Penalti

KAMUBET
Kontroversi tudingan handball Trent Alexander-Arnold dianggap menodai duel sengit Liverpool vs Manchester City, Minggu (10/11/2019) kemarin. Namun, pihak Premier League segera menjelaskan mengapa Trent tidak dianggap handball.

Kala itu, di awal pertandingan, Man City mendobrak pertahanan Liverpool lewat Bernardo Silva. Gelandang Portugal ini bermaksud melepaskan umpan untuk Raheem Sterling, tapi Trent menghentikan laju bola itu dengan tangannya.

Wasit Michael Oliver bergeming, ada aturan baru tentang handball musim ini. Lalu, 22 detik setelah insiden itu, Fabinho mengoyak gawang Claudio Bravo lewat sepakan keras dari luar kotak penalti.

Sergio Aguero jelas berang, dia paling keras memprotes keputusan wasit yang mengabaikan handball Trent. Namun, ternyata ada alasan kuat di balik keputusan tersebut.

Posisi Tangan Trent

Menurut GlobalWindow, wasit Michael Oliver sebenarnya sudah menjalani prosedur yang tepat. Dia melihat langsung insiden handball tersebut, tapi langsung menilai tidak ada pelanggaran.

Lalu, ketika pemain-pemain Man City memprotes gol Fabinho, Oliver menunjuk telinganya, gestur bahwa dia sudah berkonsultasi dengan VAR perihal handball Trent. Keputusannya tak berubah, Trent tidak handball dan gol Fabinho sah.

Premier League menjelaskan bahwa penalti itu tidak diberikan karena lengan Trent tidak berada di posisi aneh. PGMOL [asosiasi wasit Premier League] menambahkan bahwa saat itu Trent tidak punya cukup waktu untuk segera bereaksi memindahkan posisi tangannya.

Pada aturan resmi tentang handball, dijelaskan bahwa apabila lengan atau tangan pemain berada di posisi yang tidak seharusnya, yakni posisi yang membuat tubuhnya jadi lebih besar (misalnya merentangkan tangan kanan-kiri), barulah handball bakal disahkan jika bola menyentuh tangan.

Peraturan Handball

Aturan tersebut menjelaskan bahwa sangat jarang posisi lengan dan tangan para pemain berada di posisi alamiah. Sebab pemain selalu bergerak selama pertandingan, termasuk tangan mereka untuk menjaga keseimbangan.

Jika lengan atau tangan pemain berada di posisi jauh dari tubuh, saat itulah tubuh mereka dianggap tidak natural dan handball bisa diberikan.

Satu-satunya pengecualian pada aturan ini adalah ketika pemain memosisikan tangan mereka di bawah ketika membuat tekel atau mencegah dampak tubrukan saat terjatuh.

Jika bola menyentuh tangan pemain pada posisi tersebut, hand ball tidak akan diberikan.

Pengakuan Trent

Uniknya, Trent tidak membantah handball tersebut. Dia mengakui bola menyentuh tangannya, tapi menilai bola terlebih dahulu menyentuh tangan Bernardo Silva dalam proses tersebut.

"Tentu saja, Anda tahu ada VAR dan saya rasa bola memang menyentuh lengan saya, tapi saya kira terlebih dahulu membentur Bernardo Silva," tutur Trent.

"Namun, ini adalah salah satu kejadian di mana Anda harus terus bermain dan menyerang lawan untuk menghukum mereka," tandasnya.

Daniel James Diklaim Sedang Mengikuti Jejak Cristiano Ronaldo di MU

KAMUBET
Salah satu legenda Manchester United, Ryan Giggs, memberikan pujian setinggi langit kepada Daniel James. Ia melihat pemain berusia 22 tahun tersebut sedang mereplikasi jejak Cristiano Ronaldo di Old Trafford.

James merupakan satu dari tiga penggawa anyar Manchester United yang diboyong pada musim panas kemarin. Ia dibajak dari klub divisi Championship, Swansea City, dengan mahar sebesar 18 juta pounds.

Nilai segitu, mengingat pengalaman James yang minim di kompetisi papan atas, dianggap sebagai sebuah perjudian yang cukup besar. Namun James berhasil membuktikan bahwa dirinya memang pantas bermain di Old Trafford.

James sudah mengantongi 11 penampilan di ajang Premier League musim ini, dengan raihan tiga gol serta dua assist. Salah satu assistnya tercipta saat Manchester United berhasil menahan imbang Liverpool pad bulan Oktober lalu.

Giggs Teringat akan Cristiano Ronaldo

Performanya sejauh ini membuat Giggs terkesima. Pria yang juga merupakan pelatih James di Timnas Wales mengaku teringat dengan Cristiano Ronaldo saat baru bergabung bersama skuat Manchester United beberapa tahun silam.

"Dan sering terjatuh namun bangkit lagi, membiarkannya dan ingin mendapatkan bola kembali," tutur Giggs, yang baru saja memanggil James untuk memperkuat Wales melawan Azerbaijan dan Hungaria, seperti yang dikutip dari GlobalWindow.

"Ronaldo, terutama di awal karirnya, seringkali terjatuh dan masih ingin mendapatkan bola. Itu menunjukkan keberanian yang besar. Dan punya karakter yang fantastis serta sosok profesional yang hebat," lanjutnya.

Kehebatan James Sudah Diakui

Giggs semakin yakin dengan kualitas James saat pemain tersebut sempat bertabrakan keras dengan pemain Timnas Kroasia, Domagoj Vida. Menurutnya, itu adalah bukti bahwa kehebatan James sudah diakui oleh banyak orang.

"Selama bertahun-tahun penyerang mulai lebih diproteksi. Namun kami memiliki beberapa pemain yang mendapatkan perlakuan buruk karena kualitasnya," tambahnya.

"Anda harus membela diri sendiri. Anda harus meraih kepercayaan dari wasit karena dialah yang melindungi para pemain," tutup pria berusia 45 tahun tersebut.

Giggs sendiri, usai pertandingan kontra Kroasia, sempat melontarkan perkataan yang kurang menyenangkan soal James. Saat itu, ia berkata bahwa James melakukan akting dengan tergeletak di atas lapangan seolah pingsan usai bertubrukan dengan Vida.

5 Kunci Kebangkitan Real Madrid Musim 2019/2020

KAMUBET
Real Madrid menunjukkan performa apik dalam lima pertandingan terakhir. Real Madrid tidak pernah merasakan pahitnya kekalahan. Real Madrid menang empat kali dan sekali meraih hasil imbang di semua kompetisi.

Real Madrid sempat berada pada titik yang sulit pada awal musim 2019/2020. Performa Real Madrid di bawah kendali Zinedine Zidane pada musim ini, acap kali dianggap tidak lebih baik dari performa mereka musim lalu.

Sejumlah masalah dihadapi Zidane pada awal musim. Zidane dipusingkan pemain yang tidak berada dalam kondisi 100 persen. Eden Hazard, Luka Modric, Luka Jovic, Toni Kroos hingga Ferland Mendy tida berada dalam kondisi terbaik dan membuat tim limbung.

Selain itu, masih ada masalah dari kondisi Gareth Bale dan James Rodriguez yang tidak jelas. Namun kini Real Madrid tengah berada dalam fase positif. Jurnalis GlobalWindow, Oliver French, menulis lima kunci di balik kebangkitan Real Madrid.

KAMUBET
1. Mulai Rajin Mencetak Gol

Real Madrid mencetak 16 gol hanya dalam 16 pertandingan terakhir. Catatan impresif tersebut menjadi kunci di balik kebangkitan Real Madrid. Real Madrid hanya sekali gagal mencetak gol dalam lima laga terakhir, saat melawan Real Betis.

Karim Benzema menjadi pemain kunci Real Madrid. Pemain asal Prancis itu mencetak lima gol. Selain itu, ada pula nama Rodrygo yang rajin mencetak gol. Jangan lupakan pula Sergio Ramos yang mencetak tiga gol dari eksekusi penalti.

KAMUBET
2. Kebijakan Rotasi Zinedine Zidane

Zinedine Zidane mulai menemukan komposisi tim idealnya dalam lima laga terakhir. Bukan hanya itu saja, pelatih asal Prancis tersebut juga menjalankan kebijakan rotasi dengan baik. Madrid tampil bagus walau tampil dengan tim yang berbeda..

Rodrygo Goes yang tampil mengesankan di laga melawan Galatasaray mendapat istirahat di laga melawan Eibar. Zidane menggantinya dengan Lucas Vazquez dan rotasi berjalan baik. Begitu juga dengan rotasi Marcelo dan Ferland Mendy.

KAMUBET
3. Eden Hazard yang Diharapkan Sudah Muncul

Eden Hazard kesulitan berada pada level terbaiknya pada awal musim 2019/2020. Kondisi fisiknya tidak 100 persen. Selain itu, pemain asal Belgia juga harus beradaptasi dengan gaya bermain di Spanyol setelah tujuh musim bermain di Inggris.

Eden Hazard memang belum mencetak banyak gol maupun assist, tetapi dia mulai menunjukkan gerakan khas yang membelah pertahanan lawan. Beberapa kali aksi Hazard membuat bek lawan menjatuhkannya dan Real Madrid mendapat penalti.

KAMUBET
4. Thibaut Courtois Makin Solid

Thibaut Courtois mendapat sorotan tajam karena performanya yang tidak bagus pada musim 2019/2020. Saat Real Madrid melepas Keylor Navas di awal musim, Madrid dikhawatirkan membuat kesalahan karena Thibaut Courtois belum bisa diandalkan.

Namun, dalam lima laga terakhir, tak sekalipun Thibaut Courtois memungut bola dari gawangnya. Kiper asal Belgia mencatat 533 menit tanpa kebobolan. Courtois menjadi benteng yang sangat kokoh di pertahanan Real Madrid.

KAMUBET
5. Kembalinya Luka Modric

Luka Modric berada dalam performa di bawah standar pasca meraih Ballon d'Or 2018. Setelah menjalani musim yang padat di 2018, energi dan psikis Luka Modric terkuras. Dia tak mampu berada di level terbaiknya musim 2018/2019 lalu.

Luka Modric belakangan mulai tampil bagus. Dia menjadi katalisator dalam permainan Real Madrid. Umpan-umpan pemain asal Kroasia tersebut mampu mendikte permainan. Laga melawan Eibar menjadi salah satu penampilan terbaik pemilik nomor punggung 10 tersebut.

5 Alasan Bayern Munchen Harus Pilihan Hansi Flick jadi Pelatih Tetap

KAMUBET
Hansi Flick menunjukkan kiprah yang gemilang sebagai pelatih sementara Bayern Munchen. Die Rotten dua kali menang di bawah kendali Hansi Flick. Hasil bagus tersebut diklaim bisa membuat Hansi Flick menjadi pelatih tetap Bayern.

Hansi Flick menggantikan posisi Niko Kovac. Pelatih asal Kroasia tersebut dipecat setelah Bayern kalah dari Frankfrut dengan skor 5-1. Kovac musim lalu memberikan gelar juara Bundesliga dan DFB Pokal untuk Bayern.

Setelah dipecatnya Niko Kovac, ada banyak rumor yang beredar terkait posisi pelatih Bayern Munchen. Ada nama Jose Mourinho yang disebut bakal mengisi posisi pelatih Die Roten. Mourinho saat ini tidak sedang terikat kontrak dengan klub mana pun.

Selain itu, Bayern juga sempat mengadakan pembicaraan dengan Arsene Wenger. Sang mantan pelatih Arsenal mengakui ada kontak dengan Bayern, namun urung menjadi pelatih. Lantas, mengapa Bayern tidak menunjuk Hansi Flick sebagai pelatih tetap saja.

1. Menangkan Dua Laga Penting

Bayern Munchen berada di titik yang rendah pasca kalah dari Frankfrut. Namun, Hansi Flick mampu membuat Bayern bangkit. Hansi Flick membawa Die Roten menang dalam dua laga penting yakni melawan Olympiakos dan Borussia Dortmund.

2. Bayern Munchen Tajam

Pada dua laga terakhir, Bayern Munchen juga mampu mencetak enam gol. Hansi Flick membuat Bayern mencetak empat gol ke gawang Borussia Dortmund. Sedangkan dua gol lainnya diceploskan ke gawang Olympiakos.

3. Tidak Kebobolan

Bukan hanya mencetak banyak gol, Hansi Flick juga membuat pertahanan Bayern Munchen kokoh. Bayern tidak kebobolan dalam dua laga bersama Hansi Flick. Padahal, dalam delapan laga sebelumnya, Bayern Munchen tak pernah mencatat cleansheet.

4. Temukan Racikan Terbaik

Hansi Flick sebenarnya dihadapkan pada masalah yang pelik dalam dua laga terakhir. Bayern kehilangan Niklas Sule, Jerome Boateng, dan Lucas Hernandez karena cedera. Namun, Hansi Flick mampu meracik tim dengan sangat baik.

Bukan hanya di lini belakang, Hansi Flick juga menemukan komposisi yang pas di lini serang. Thomas Muller kembali menjadi pusat serangan dan Ivan Perisic mendapat menit bermain yang cukup.

5. Dukungan Pemain

Hasil apik dalam dua laga terakhir dikabarkan membuat para pemain Bayern ingin direksi klub menunjuk Hansi Flick sebagai pelatih permanen. Salah satu pemain yang secara terbuka mendukung Hansi Flick yakni Joshua Kimmich.

Hansi Flick kenal baik dengan beberapa pemain kunci Bayern. Sebab, sebelum masuk dalam tim pelatih Bayern, Hansi Flick menjadi asisten pelatih di timnas Jerman sejak tahun 2006.

5 Pelatih Sepak Bola Ini Punya Kebiasaan Unik, Ada yang Suka Ngupil

KAMUBET
Peran pelatih sepak bola tidak bisa diabaikan begitu saja. Bahkan, sosok pelatih punya peran yang krusial dalam tim.

Pelatih sepak bola memiliki peran untuk mengatur dan mempersiapkan skuat sebelum bertanding. Tak mengherankan, apabila saat pertandingan berlangsung, pelatih kerap memberikan arahan dan evaluasi.

Namun, di sela-sela pertandingan berlangsung, beberapa pelatih sepak bola memiliki kebiasaan unik. Kebiasaan ini jarang sekali dimiliki oleh kebanyakan pelatih lainnya.

Karena sering dilakukan berulang-ulang, kebiasaan ini pun melekat kepada sang pelatih dan menjadi ciri khas.

Jurgen Klopp dan Antonio Conte misalnya, kedua pelatih kawakan tersebut memiliki ekspresi yang meluap-luap jika timnya mencetak gol. Bahkan Jose Mourinho pun sempat menjuluki mereka seperti pemain sirkus.

Selain kedua pelatih tersebut, berikut 5 pelatih sepak bola yang mempunyai kebiasaan unik saat pertandingan seperti dilansir GlobalWindow.

KAMUBET
Joachim Loew
Di balik kesuksesannya melatih tim nasional Jerman, Joachim Loew dikenal memiliki kebiasaan buruk saat pertandingan. Ia berulang kali tertangkap kamera tengah mengupil saat pertandingan berlangsung.

Tak hanya itu, kebiasaan jorok lain Loew juga diketahui saat ia tertangkap kamera memasukkan tangannya ke dalam celana, lalu menghirupnya. Kebiasaan tersebut ternyata sudah diketahui sejak 2012 lalu, tepatnya saat gelaran Euro 2012.

KAMUBET
Maurizio Sarri

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri dikenal sebagai pelatih yang punya kebiasaan tak biasa saat pertandingan, yakni merokok. Pria berusia 60 tahun itu bahkan dikabarkan mengalami kecanduan rokok yang cukup tinggi.

Ia mengaku bisa menghabiskan 60 batang rokok dalam sehari. Kebiasaan itu telah dimiliki Sarri sejak ia melatih Empoli tahun 2012 lalu. Tak jarang, ia merokok di sela-sela sesi latihan dan jeda pertandingan.

KAMUBET
Carlo Ancelotti

Kebiasaan merokok saat pertandingan ternyata tak hanya dimiliki oleh Maurizio Sarri, pelatih asal Italia lainnya, Carlo Ancelotti juga memiliki kebiasaan serupa.

Ia pernah menuturkan soal kebiasaan merokok yang dia lakukan sejak usia 25 tahun. Kebiasaan itu berlanjut saat ia menjadi pelatih AC Milan pada 2007.

KAMUBET
 Alfred Riedl

Di balik sikapnya yang dingin, mantan pemain tim nasional Indonesia, Alfred Riedl mempunyai kebiasaan yang unik. Ia tak mau disentuh oleh jurnalis ketika bersalaman saat hari pertandingan.

Pada suatu kesempatan, Alfred pernah menegur seorang jurnalis yang bersalaman sambil menepuk bahunya.

KAMUBET
Jacksen F. Tiago

Pelatih Persipura, Jacksen F. Tiago telah malang melintang di dunia sepak bola Indonesia. Ia dikenal mempunyai ciri khas dari kebiasaannya, yakni suka menggigit sedotan selama pertandingan berlangsung.

Menurutnya, hal itu adalah cara untuk menghilangkan stres ketika pertandingan. Kebiasaan menggigit sedotan sudah dilakukan pelatih asal Brasil itu sejak 2002.

Minggu, 10 November 2019

Lirikan Aneh Anthony Martial kepada Andreas Pereira, Sedang Tidak Akur?

KAMUBET
Kemenangan Manchester United atas Partizan Belgrade dalam laga lanjutan fase grup Liga Europa, Jumat (8/11/2019) meninggalkan satu cerita. Anthony Martial tertangkap kamera menatap Andreas Pereira dengan cara yang aneh.

Marcus Rashford dan kawan-kawan berhasil mencundangi Partizan dengan skor telak 3-0. Kemenangan itu membuat Setan Merah dipastikan lolos ke babak 32 besar Liga Europa.

Masing-masing gol kemenangan Setan Merah diciptakan oleh Mason Greenwood pada menit ke-21, Anthony Martial pada menit ke-33, dan Marcus Rashford pada menit ke-49. Sejumlah pengamat menilai performa Manchester United cukup apik pada laga itu.

Trio lini depan Manchester United yakni Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Mason Greenwood membentuk serangan tiga cabang yang cukup baik. Trio tersebut ditopang dengan penampilan apik Juan Mata sebagai gelandang serang.

Namun bukan hasil tersebut yang menjadi satu-satunya sorotan suporter. Hal tak terduga terjadi pada menit ke-67. Manager Setan Merah, Ole Gunnar Solskjaer, memutuskan mengganti Rashford dengan Andreas Pereira. Sayang, sejak Pereira masuk tak ada gol tercipta untuk Manchester United.

Melansir GlobalWindow, Jumat (8/11/2019), ekspresi tak biasa ditunjukkan Martial kepada Pereira. Kamera BT Sport menangkap tatapan sinis Anthony Martial kepada pemain asal Belgia itu.

Tatapan tersebut ternyata mendapat perhatian dari warganet. Sejumlah suporter merasa ada hal yang tidak baik-baik saja antara Martial dan Pereira.

Kalah dari Bournemouth

Beberapa supoter kemudian mengaitkan hubungan tak baik-baik saja antara Martial dan Pereira dengan kekalahan Manchester United oleh Bournemouth pada pekan ke-11 Premier League 2019/2020, Sabtu (2/11/2019).

Dalam pertandingan yang Stadion dean Court itu, Marcus Rashford dan Anthony Martial tidak dipasangkan dengan Mason Greenwood. Imbasnya, Manchester United mengalami kekalahan 0-1. Kekalahan itu menjadi kekalahan keempat Manchester United musim ini.

Hasil tersebut membuat Manchester United terseok di posisi sepuluh klasemen sementara dengan raihan 13 poin. Klub yang bermarkas di Old Trafford itu hanya selisih lima poin saja dari zona degradasi.

Pengakuan Ander Herrera: Di MU, Sepak Bola Bukan Paling Penting

KAMUBET
Ander Herrera membuat pengakuan ihwal mantan klubnya, Manchester United. Gelandang 30 tahun mengaku bahagia bermain di United, walau klub terkadang tidak menganggap sepak bola paling penting.

Ander Herrera bergabung dengan Setan Merah pada awal musim 2014/2015. Saat itu, United harus membayar 37 juta euro untuk bisa membawa Ander Herrera dari Athletic Bilbao.

Pemain asal Spanyol bergabung pada era kepelatihan Louis van Gaal. Dia begitu diandalkan oleh pria asal Belanda. Musim terbaik Ander Herrera terjadi pada 2016/2017. Saat itu, Herrera membawa United juara Liga Europa.

Pada akhir musim 2018/2019, Ander Herrera memilih pindah klub. Dia enggan meneken kontrak baru yang ditawarkan manajemen United. Ander Herrera pindah dengan status bebas transfer menuju PSG.

Sepak Bola Bukan Yang Paling Penting di MU

Lima tahun bermain untuk Manchester United, Ander Herrera telah menjadi salah satu pemain yang diidolakan para fans. Etos kerjanya di atas lapangan mendapat apresiasi besar dari fans United. Herrera juga sangat bahagia bermain di United.

"Saya sangat senang di klub yang luar biasa itu. Saya sangat berterima kasih kepada para pendukung," ucap Ander Herrera dikutip dari GlobalWindow.

Namun, ada satu catatan yang diberikan Ander Herrera untuk jajaran direksi United. Ander Herrera tidak melihat klub selalu fokus pada urusan sepak bola. Sebab, terkadang klub justru menganggap hal di luar sepak bola sebagai prioritas.

"Terus terang, saya sangat bahagia di Manchester United, tetapi di klub, ada saat-saat ketika saya merasa bahwa sepak bola tidak dianggap sebagai hal yang paling penting," tutup pemain yang juga pernah membela Real Zaragoza.

Lebih Utamakan Bisnis?

Ander Herrera tidak menerangkan lebih lanjut pernyataannya di atas. Namun, sejumlah media berspekulasi bahwa dia menyindir direksi United yang fokus pada aspek bisnis dan mengabaikan hasil di atas lapangan.

Wakil Eksekutif Manchester United, Ed Woodward, disebut tidak punya rencana jangka panjang klub. Investasi di atas lapangan kurang mendapat perhatian. Ed Woodward dinilai lebih fokus mengurus sisi finansial dan bisnis klub.

Pada musim 2019/2020, kinerja sisi finansial United dinilai masih cukup baik. Hanya saja, prestasi di atas lapangan sangat buruk. United berada di posisi ke-10 klasemen pekan ke-11 Premier League. United baru meraih 13 poin saja sejauh ini.

Ferdinand Ungkap Rahasia Kebugaran Ronaldo: Punya 10 Staf Pribadi!

KAMUBET
Mantan pemain Manchester United, Rio Ferdinand, mengungkap rahasia di balik kesuksesan Cristiano Ronaldo di sepak bola. Ferdinand menjadi sanksi Ronaldo melakukan investasi yang besar untuk karirnya.

Kegemilangan karir Ronaldo tidak perlu diragukan lagi. Pemain asal Portugal tersebut telah menyabet banyak gelar, baik individu maupun kolektif. Ronaldo juga punya banyak rekor.

Ronaldo telah meraih lima gelar Ballon d'Or dalam karirnya. Dia juga masuk dalam nominasi peraih Ballon d'Or 2019 ini. Bersama Lionel Messi dan Virgil van Dijk, Ronaldo masuk dalam daftar unggulan peraih Ballon d'Or 2019.

Ronaldo terus berada di level atas sepak bola Eropa, walau usianya tidak lagi muda. Pemain Juventus tersebut dikenal sebagai sosok yang disiplin dan berlatih sangat keras agar tetap kompetitif. Ambisinya juga tidak pernah berkurang.

Ronaldo Punya 10 Staf Pribadi

Usia Cristiano Ronaldo kini sudah menginjak 34 tahun. Ronaldo akan merayakan ulang tahun ke-35 pada 5 Februari 2020 mendatang. Walau sudah tidak lagi muda, performa Ronaldo sama sekali belum nampak menurun pada musim 2019/2020 ini.

Rio Ferdinand, rekan satu tim Ronaldo saat di Manchester United, mengungkap rahasia di balik sukses sang bintang. Ferdinand menjadi saksi bahwa Ronaldo melakukan investasi besar untuk menjaga performanya di lapangan.

"Untuk Ronaldo, sekarang sudah 34 tahun dan dia masih di atas dan dia telah berada dalam dua pemain teratas di dunia selama lebih dari satu dekade," kata Ferdinand kepada GlobalWindow.

"Dia adalah orang pertama yang saya lihat berinvestasi. Saya berkeliling rumahnya dan melihat 10 orang di ruang depan rumahnya. Saya berkata, 'Siapa orang-orang ini? Apa yang terjadi?"

"Itu koki saya, itu fisio saya, itu dokter dan itu pelatih pribadi saya," tambah Ferdinand.

Contoh Ideal Bagi Pemain Muda

Ferdinand sangat kagum dengan Cristiano Ronaldo yang mampu konsisten berada di level papan atas Eropa. Baginya, kapten timnas Portugal tersebut adalah contoh paling ideal pemain muda yang sedang meniti karir.

"Saya pikir jika Anda memberi saran untuk pemain muda, maka saya akan mengatakan jika Anda memiliki sumber daya maka berinvestasilah pada diri sendiri seperti Ronaldo"

"Dia berada di jalur yang benar. Mereka telah menginvestasikan banyak uang untuk memiliki tim yang tepat di sekitar mereka untuk tubuh dan pikiran mereka agar tampil di level tertinggi secara konsisten," tutup Ferdinand.

Dibeli Rp1,9 Triliun, Ousmane Dembele Pemain Cadangan Paling Mahal

KAMUBET
Ousmane Dembele menjadi salah satu pembelian paling mahal dalam sejarah transfer Barcelona. Hanya saja, klub asal Catalan sejauh ini membayar mahal untuk pemain yang sering duduk di bangku cadangan.

Ousmane Dembele datang ke Barcelona pada awal musim 2017/2018 lalu. Saat itu, Barcelona mengeluarkan uang hingga 125 juta euro untuk mendapatkan jasa Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund. Angka tersebut termasuk bonus.

Bagi Barcelona, nilai tersebut masih masuk dalam jangkauan keuangan tim. Sebab, Barcelona baru saja melepas Neymar ke PSG. Pemain asal Brasil tersebut pindah dengan kompensasi senilai 222 juta euro.

Perjalanan Dembele di Barcelona tak selalu mulus. Dia acap kali dihantam cedera. Selain itu, pemain asal Prancis tersebut juga bermasalah dengan aturan disiplin klub. Karir Dembele cukup rumit di Barcelona.

Pemain Cadangan Paling Mahal di Dunia

Barcelona membeli Ousmane Dembele dengan harga Rp1.9 triliun. Namun, pemain 22 tahun tersebut kini lebih sering duduk di bangku cadangan. Kedatangan Antoine Griezmann membuat kans bermain Dembele semakin menurun akhir-akhir ini.

Dengan harga yang disandangnya, dikutip dari GlobalWindow, Ousmane Dembele kini tercatat sebagai pemain cadangan paling mahal di dunia. Tentu saja ini menjadi ironi karena pemain asal Prancis tersebut sempat disebut sebagai penerus Neymar.

Selain Ousmane Dembele, sejumlah nama lain masuk dalam daftar pemain cadangan termahal. James Rodriguez masuk dalam daftar ini. Pemain asal Kolombia tersebut dibeli Real Madrid dengan harga 75 juta euro dari AS Monaco.

Karir James awalnya berjalan baik di Real Madrid. Namun, era Zinedine Zidane membuat nasib James di Real Madrid terkatung-katung. James sering menjadi pelapis hingga harus menjalani masa peminjaman di Bayern Munchen selama dua musim.

2 Cadangan Mahal Manchester City

Manchester City termasuk tim yang ringan tangan di bursa transfer. Man City tidak ragu membayar mahal untuk mendatangkan pemain bidikannya. Dua di antara pemain mahal yang dibeli Man City yakni Ryad Mahrez dan Joao Cancelo.

Riyad Mahrez dibeli dari Leicester City dengan harga 67 juta euro. Hanya saja, pemain asal Aljazair tersebut hanya menjadi opsi cadangan bagi manajer Josep Guardiola. Riyad Mahrez kalah bersaing dengan Bernardo Silva.

Hal yang sama dialami Joao Cancelo yang dibeli dari Juventus dengan harga 65 juta euro. Hanya saja, pemain asal Portugal tersebut tidak mampu mengusur posisi Kyle Walker untuk menjadi bek kanan inti pilihan Josep Guardiola.

Termasuk Lionel Messi, Pemain Senior Barcelona Diklaim Dukung Ernesto Valverde

KAMUBET
Ernesto Valverde disebut mendapat dukungan dari sejumlah pemain senior Barcelona. Dukungan tersebut salah satunya dari dari sang bintang utama klub asal Catalan, Lionel Messi.

Posisi Ernesto Valverde mendapat sorotan pada musim 2019/2020 ini. Pelatih berusia 55 tahun dinilai tidak mampu menunjukkan konsistensi dan gaya bermain yang jelas bersama Barcelona.

Posisi Valverde sejatinya sudah menjadi sorotan sejak akhir musim 2018/2019 lalu. Kegagalan meraih gelar juara Copa del Rey, kalah dari Valencia, membuat posisi Valverde digoyang.

Catatan Valverde di Barcelona sebenarnya tidak terlalu buruk. Sebab, dia mampu membawa Barcelona meraih dua gelar juara La Liga. Akan tetapi, kegagalan di Liga Champions disebut membuat kapasitasnya diragukan.

Dukungan Para Pemain Senior

Barcelona tidak tampil bagus dalam dua laga terakhir. Usai kalah dari Levante dengan skor 3-1, Barcelona kemudian ditahan imbang Slavia Praha pada laga Liga Champions yang digelar di Camp Nou.

Dua hasil tersebut membuat Valverde kembali berada di bawah tekanan. Kabar dia akan dipecat kembali menyeruak. Namun, seperti dikutip dari GlobalWindow, Valverde masih punya dukungan dari para pemain senior.

Lionel Messi, pemain yang selama ini disebut ingin Valverde segera didepak dari Camp Nou, masih percaya pada sang pelatih. Messi ingin Valverde terus melatih Barcelona, paling tidak sampai musim 2019/2020 berakhir.

Dukungan yang datang bukan hanya dari Lionel Messi. Tiga pemain senior Barcelona lainnya yakni Luis Suarez, Sergio Busquets, dan Gerard Pique juga mendukung Valverde. Mereka tak ingin klub makin limbung karena berganti pelatih di tengah musim.

Rumor Marcelo Gallardo

Sebelumnya, sejumlah media Spanyol menyebut Barcelona akan mengganti Valverde pada Desember 2019 yang akan datang. Posisi mantan pelatih Athletic Bilbao tersebut bakal digantikan Macelo Gallardo, yang kini melatih River Plate.

Gallardo diklaim sebagai nama yang diminta langsung oleh Lionel Messi. La Pulga kenal baik dengan pelatih 43 tahun. Bahkan, Gallardo disebut sebagai salah satu pelatih idaman Lionel Messi.

Gallardo termasuk pelatih sukses di River Plate. Gallardo membawa River Plate meraih banyak gelar juara. Di bawah kendali Gallardo, River Plate menjadi juara di ajang Supercopa Argentina, Copa Argentina [2 kali], Copa Libertadores [2 kali], Recopa Sundamericana [3 kali], dan Copa Sundamericana.

Kamis, 07 November 2019

Maaf Ronaldo, Pemain Penting Juventus Saat Ini adalah Pjanic

KAMUBET
Tidak jarang nama Miralem Pjanic dikabarkan berada di pintu keluar Juventus selama beberapa musim panas kemarin. Namun kini, pria berkebangsaan Bosnia tersebut bertransformasi menjadi sosok 'Jorginho yang baru' bersama Maurizio Sarri.

Seperti halnya Jorginho, Pjanic juga mengontrol permainan dari sisi dalam penyerangan. Ia seringkali diapit oleh dua gelandang lain yang siap membantunya membawa bola ke depan atau sekadar memberinya ruang berkreasi.

Sejauh ini, tidak ada yang bisa memainkan peran playmaker sebagus Pjanic. Dalam beberapa kesempatan, Sarri seringkali menempatkan Rodrigo Bentancur di posisi tersebut jika Pjanic sedang berhalangan tampil dan hasilnya kurang memuaskan.

Bentancur dikenal sebagai gelandang serba bisa. Saat bermain di posisi Pjanic pun performanya tidak begitu buruk. Namun ia tak memiliki kecakapan untuk mendistribusikan bola ke rekan-rekan setimnya dengan tempo yang diharapkan.

Tanpa Pjanic, Juventus Mudah Diprediksi

Absennya Pjanic sangat terasa saat Juventus menghadapi Torino dalam laga lanjutan Serie A baru-baru ini. Tanpa dirinya, serangan Juventus tampak mudah diprediksi. Sarri sendiri sempat mengeluhkan hal ini.

"Kami kehilangan kualitasnya, tentu saja," Sarri menjelaskan, seperti yang dikutip dari GlobalWindow. "Namun juga ritmenya, karena dia mengedarkan bola dengan cepat dan hasilnya para pemain kami juga menjadi lebih cepat," sambungnya.

Pria berumur 29 tahun itu juga bisa merasakan perbedaan yang sangat jelas antara peran dirinya saat diasuh Massimiliano Allegri dan Sarri. Saat bersama Sarri, ia merasa menjadi seorang pemain yang penting.

"Bermain di bawah Allegri benar-benar berbeda, karena kami dengan cepat mencari cara untuk membuat bola melebar. Sekarang, rasanya berbeda. Rekan-rekan setim selalu mencari saya dan saya menyukai itu," tutur Pjanic.

"Semuanya tergantung kepada permintaan pelatih kepada saya, namun saya memainkan lebih banyak operan dan saat ini saya ingin menyentuh bola sebanyak 150 kali tiap pertandingan," lanjutnya.

Peran Besar Pjanic

Kini Pjanic sudah kembali bermain setelah sempat mengalami cedera. Saat bertemu Lokomotiv Moscow di ajang Liga Champions hari Kamis (7/11/2019), terlihat jelas bagaimana peran Pjanic dari statistiknya.

Dari catatan Whoscored terlihat bahwa Pjanic melakukan 118 kali sentuhan terhadap bola. Ia menjadi pemain dengan presentase penguasaan bola terbesar di atas lapangan.

Selain itu, Miralem Pjanic juga melepaskan 102 operan selama 90 menit penuh, dengan presentase keberhasilan mencapai 86 persen. Torehan tersebut tak bisa disamai oleh pemain-pemain lainnya yang terlibat dalam laga kali ini.

Ronaldo Perlihatkan Masalah Juventus

Di sisi lain, torehan yang Ronaldo dapatkan pada musim ini seolah menggambarkan adanya permasalahan di lini depan Juventus. Ya, penyerang berkebangsaan Portugal tersebut merupakan pencetak gol terbanyak Bianconeri saat ini.

Namun jumlah golnya terlihat sangat sedikit. Sejauh ini, peraih lima Ballon d'Or tersebut baru membukukan enam gol di semua kompetisi. Dua di antaranya berasal dari titik putih.

Di Serie A, Bianconeri memang sedang memuncaki klasemen dan belum terkalahkan sama sekali. Mereka juga baru menuai dua hasil imbang. Tapi, bicara soal jumlah gol, mereka malah kalah dari Napoli yang sekarang duduk di peringkat tujuh.

Sarri sendiri mengakui bahwa ada masalah di lini depan Juventus saat ini. "Kami memiliki rata-rata tembakan ke gawang yang sangat rendah. Saya sudah menyatakan rasa takut saya kepada pemain soal itu dan kami akan mempersiapkan latihan untuk membantu, tapi kami juga harus punya determinasi di depan gawang," ucap Sarri.

Pondasi permainan Sarri di Juventus terlihat jelas. Lini belakang sudah kokoh dan gelandang memainkan fungsinya, tapi tidak dengan sektor depan. Maka dari itu, pantaslah jika pemain utama Juventus saat ini adalah Pjanic, bukan Ronaldo.

Cristiano Ronaldo Marah-Marah Saat Ditarik Keluar, Apa Kata Maurizio Sarri?

KAMUBET
Juventus harus berjuang keras untuk mengalahkan Lokomotiv Moscow, Kamis (7/11/2019) dini hari WIB. Bermain di kandang lawan, si Nyonya Tua sukses membungkus 3 poin lewat kemenangan 2-1.

Pertandingan matchday 4 Grup D Liga Champions 2019/20 itu jelas tidak mudah. Kemenangan Juve baru ditentukan lewat gol Douglas Costa di pengujung laga, tepatnya menit ke-90+3. Bos Juve, Maurizio Sarri mengakui timnya bermain kurang maksimal.

Selain itu, ada insiden yang melibatkan Cristiano Ronaldo menjelang akhir pertandingan. Superstar Juventus ini tampak marah-marah ketika ditarik keluar Sarri di menit ke-81.

Performa Buruk

Pertama-tama, Sarri mengakui performa Juve tidak sebaik yang biasanya. Mereka kesulitan mengembangkan permainan, yang berakibat pada keberanian tim tuan rumah menyuguhkan permainan terbaik mereka.

Biar begitu, Sarri mengaku puas dengan mental juang timnya sampai menit akhir. Mereka tak kenal lelah mencerai gol penentu kemenangan.

"Ini bukan salah satu performa terbaik kami, kami membiarkan mereka menciptakan terlalu banyak peluang lewat serangan balik. Kami terlalu lambat ketika menguasai bola," tutur Sarri di laman resmi GlobalWindow.

"Saya senang dengan cara kami mencoba menang sampai peluit panjang dibunyikan dan akhirnya kemenangan itu tiba lewat gol fantastis Douglas Costa yang berkolaborasi dengan Gonzalo Higuain."

Ronaldo Marah

Salah satu pemain yang tampil kurang maksimal pada pertandingan itu adalah Cristiano Ronaldo. sang megabintang yang memang didatangkan khusus untuk membantu Juve di Liga Champions.

Ronaldo tak genap bermain 90 menit, Sarri menariknya di menit ke-80. Reaksi Ronaldo saat meninggalkan lapangan cukup mengejutkan, dia tampak meluapkan amarahnya, entah kepada siapa.

Sarri mengaku tidak ada masalah berarti. Ronaldo marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa membantu tim.

"Ronaldo marah ketika meninggalkan lapangan karena dia mendapati cedera lutut ringan dan itu menyebabkan masalah paha lainnya," lanjut Sarri.

"Saya menariknya hanya karena saya cemas cederanya bisa semakin parah," pungkasnya.

Fans Chelsea yang Tinggalkan Stadion Lebih Awal Bakal Menyesal Seumur Hidup, Mengapa?

KAMUBET
Sejumlah fans Chelsea membuat kesalahan besar pada duel kontra Ajax Amsterdam di Liga Champions 2019/20, Rabu (6/11/2019) dini hari WIB tadi. Mereka melewatkan kesempatan berharga untuk menyaksikan salah satu comeback bersejarah The Blues di pentas Eropa.

Pertandingan ini benar-benar gila, sebagaimana dikatakan Frank Lampard. The Blues tertinggal 1-3 saat menutup babak pertama, bahkan skor buruk itu berubah jadi 1-4 di babak kedua. Harapan Chelsea tipis.

Kendati demikian, perjuangan para pemain Chelsea patut dipuji. Pantang menyerah, mereka akhirnya bisa menyamakan kedudukan lewat tiga gol dalam rentang waktu 11 menit. Bahkan Chelsea sempat mencetak gol kelima, yang kemudian dianulir VAR karena handball.

Seharusnya Tidak

Pertandingan ini memang layak dianggap sebagai salah satu pertandingan tergila di Liga Champions, Frank Lampard bahkan kehabisan kata-kata. Laga ini bersejarah.

Saking serunya laga ini, Rio Ferdinand pun ikut berkomentar. Eks Manchester United ini mengkritik fans The Blues yang meninggalkan stadion lebih awal.

"Anda tidak bisa meninggalkan stadion dengan cara itu. Semangat di dalam stadion ini dan klub ini, juga cara mereka merespons Frank benar-benar hebat," kata Ferdinand kepada GlobalWindow.

"Seharusnya Anda tidak boleh meninggalkan stadion, bahkan dalam kondisi tertinggal 1-4."

Bakal Menyesal

Senada dengan Ferdinand, Gary Lineker pun menyayangkan keputusan fans Chesea tersebut. Dia yakin siapa pun yang meninggalkan stadion itu lebih awal bakal menyesali keputusan mereka seumur hidupnya.

"Kami melihat sejumlah fans meninggalkan stadion saat skor berubah jadi 1-4 dan saya kira setelahnya mereka pasti merasa: 'apa yang sudah saya lakukan? Mengapa saya pergi?'," kata Lineker.

"Ini sudah cukup membuktikan pada Anda, sepak bola tidak bisa ditebak. Anda tidak boleh menyerah," tutupnya.

Minggu, 03 November 2019

Unai Emery: Inilah Mesut Ozil yang Diinginkan Semua Orang

KAMUBET
Unai Emery membuka pintu lebar-lebar bagi Mesut Ozil untuk kembali menjadi pemain utama Arsenal. Pelatih asal Spanyol itu telah melihat banyak hal positif darinya dan mengaku akan memberinya kesempatan tampil di Premier League.

Ozil sempat diturunkan sejak menit awal saat Arsenal bertemu Liverpool dalam laga babak 16 besar Carabao Cup, Kamis (31/10/2019) dini hari. Pria berkebangsaan Jerman itu tampil dengan cukup baik dan sukses menyumbangkan assist.

Perlu diketahui bahwa itu adalah laga ketiga Ozil di semua kompetisi pada musim ini. Dalam beberapa kesempatan, Emery enggan memberi menit bermain kepada mantan penggawa Real Madrid tersebut karena merasa ada pemain lain yang pantas untuk diturunkan.

Namun Emery mulai melunak. Menjelang laga melawan Wolverhampton di ajang Premier League, ia mengatakan bahwa dirinya memiliki rencana untuk membawanya kembali beraksi dalam kompetisi bergengsi di tanah Inggris tersebut.

Playmaker yang Kembali Positif

Emery menetapkan standar untuk Ozil. Jika pria berumur 31 tahun itu mampu menunjukkan konsistensi di sesi latihan, maka ia akan membuka jalan agar dirinya bisa kembali berpartisipasi sebagai pemain inti.

"Dia berada di dalam skuat, dan saya pikir dia memiliki peluang untuk bermain," ujar Emery seperti dikutip dari GlobalWindow. Sebagai informasi, Ozil terakhir kali tampil di ajang Premier League pada bulan September lalu saat Arsenal bertemu dengan Watford.

"Saya berbicara dengannya pada hari Selasa lalu. Saya berkata setiap waktu soal rencana saya dengannya. Saat dia siap, saat dia berlatih dengan baik, saat dia konsisten, saat dia sedang positif, Ozil sangat mampu membantu kami," lanjutnya.

Ozil yang Diinginkan

Belakangan ini, mantan nahkoda PSG tersebut melihat semua standar itu dalam diri Ozil. Penampilannya kontra Liverpool membuat Emery semakin yakin bahwa Ozil sudah hampir kembali seperti yang dulu.

"Sekarang saya melihat dia sedang positif dan konsisten. Pada hari Rabu [Kamis dini hari], dengan performanya di Liverpool, saya pikir seperti ini cara yang kami inginkan. Selain itu juga saya membantunya, memberi dukungan, menuntutnya," tambahnya.

"Ini adalah Mesut yang saya rasa diinginkan oleh semua orang. Dia punya pengalaman besar. Saat anda berbicara soal pemain yang sudah siap bermain di bawah tekanan, salah satunya adalah Mesut Ozil," tutup Emery.

Ada Conte Sekalipun, Skuat Inter Sekarang dengan Juventus yang Dulu Tetap Beda

KAMUBET
Kehadiran Antonio Conte di kursi kepelatihan Inter Milan membuat fans jadi bisa berharap banyak. Sebab, dalam sekejap, mantan pelatih Chelsea itu berhasil menyulap Nerazzurri menjadi salah satu kandidat terkuat peraih Scudetto musim ini.

Enam pertandingan perdananya di ajang Serie A bersama Inter langsung dibabat habis dengan kemenangan. Karena torehan apik itu, Nerazzurri sempat bertahan cukup lama di puncak klasemen sebelum digeser oleh Juventus pada pekan ketujuh.

Aksi sulap ini kemudian mengingatkan publik kepada Juventus waktu pertama kali ditukangi Conte dulu. Kurang lebih mirip, di mana ia sukses membuat Bianconeri menjadi tim yang tak terkalahkan. Perlu diketahui bahwa Juventus waktu itu sedang buruk-buruknya.

Pada akhirnya, Juventus keluar sebagai juara Serie A dan bahkan sampai musim 2018/19 kemarin. Jadi wajar bila fans Inter bisa berharap melihat tim kesayangannya mengangkat trofi juara di musim ini.

Juventus dan Inter Berbeda

Tetapi Conte menyatakan bahwa Inter asuhannya sekarang tak bisa dibandingkan dengan Juventus yang dulu. Ada beberapa perbedaan mendasar, salah satunya adalah fakta bahwa Juventus tidak ikut serta dalam kompetisi Eropa pada waktu itu.

"Tidak, kami tidak bermain di Eropa pada tahun itu," ujar Conte seperti yang dikutip dari GlobalWindow. "Anda tak bisa membandingkan, satu-satunya kemiripan adalah kami sama-sama bermani dengan kecepatan tinggi," sambungnya.

"Jika kami mengangkat kaki dari pedal gas, kami takkan bisa meraih kemenangan. Kami tidak membangun untuk menunggu," lanjut pria berumur 50 tahun tersebut.

Soal Rumor Nemanja Matic

Conte bukanlah satu-satunya alasan kebangkitan Inter Milan di musim ini. Selain itu, ada juga faktor pembelian pemain yang tepat. Direktur anyar Nerazzurri, Giuseppe Marotta, memainkan peran penting dalam menghadirkan pemain hebat seperti Romelu Lukaku.

Namun proses membangun skuat yang dilakukan Inter sepertinya belum benar-benar selesai. Belakangan ini, mereka kerap diberitakan sedang tertarik dengan Nemanja Matic. Conte sendiri enggan memberikan jawaban saat ditanya soal gelandang Manchester United tersebut.

"Saya tak berbicara soal pemain dari klub lain, karena rasa hormat saya pada pemain saya. Saya punya hubungan yang baik dengan mereka yang membantu memenangkan hal penting, namun semuanya berakhir di masa itu," tutupnya.

Seperti yang diketahui, Conte pernah bekerja sama dengan Matic saat menukangi Chelsea. Matic merupakan salah satu pemain yang turut berjasa membantu the Blues meraih trofi Premier League di musim perdana Conte selaku pelatih.

Ole Gunnar Solskjaer, Sosok Tepat untuk Masa Depan Cerah Manchester United

KAMUBET
Ole Gunnar Solskjaer dianggap telah membuktikan dirinya sebagai sosok yang tepat untuk membangun masa depan yang cerah bagi Manchester United. Klaim tersebut disampaikan oleh manajer Bournemouth, Eddie Howe.

Posisi Solskjaer sempat disorot tajam menyusul performa buruk Manchester United sejak ia mendapat kontrak permanen pada Maret 2019 lalu.

Namun usai jeda internasional terbaru kemarin, performa United meningkat drastis. Setan Merah selalu meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir.

Kini, United akan berhadapan dengan tim asuhan Howe, Bournemouth. Laga di Vitality Stadium ini bakal digelar pada Sabtu (2/11/2019) malam nanti.

Pujian Eddie Howe

Terlepas dari tren negatif yang sempat menghinggapi United, Howe tetap menganggap United tengah menuju ke arah yang benar di bawah asuhan Solskjaer.

"Ada tanda-tanda positif dari mereka. Mereka memiliki pemain berkualitas, manajer yang sangat bagus yang memberi mereka stabilitas yang nyata. Dia bekerja untuk masa depan dengan membangun Manchester United yang baru," ujar Howe seperti dikutip GlobalWindow.

"Saya membayangkannya [pekerjaan yang sulit di bawah level tekanan tinggi]. Saya rasa dia mampu menanganinya dengan baik dan bekerja dengan luar biasa pada titik ini," tambahnya.

Penampilan Impresif

Manchester United mampu menunjukkan penampilan meyakinkan dalam dua laga terakhir, masing-masing ketika mengalahkan Norwich City dan Chelsea. Howe mengakui hal tersebut.

"Tentu dengan melihat beberapa laga terakhir yang sangat saya perhatikan, saya rasa mereka bermain sangat baik. Mereka menunjukkan performa hebat melawan Chelsea," tutur Howe.

"Mereka akan senang dengan permainan menyerang serta struktur pertahanan mereka. Bertandang ke markas Norwich merupakan laga yang berat dan saya rasa mereka sangat profesional, melakukan pekerjaan mereka dan meraih kemenangan meyakinkan," tukasnya.

Sarri Sebut Higuain Telah Berbeda, Apa yang Sedang Merasukinya?

KAMUBET
Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, melihat ada sesuatu yang berbeda dalam diri Gonzalo Higuain saat ini. Apalagi jika dibandingkan dengan musim lalu, di mana penyerang asal Argentina tersebut sedang buruk-buruknya.

Higuain dikenal sebagai salah satu striker berbahaya di Serie A. Torehan golnya dalam dua musim pertama Juventus, serta dalam keseluruhan karirnya bersama Napoli, tidak pernah mengecewakan.

Namun pada musim kemarin, ia kehilangan tempat di skuat inti Juventus menyusul kedatangan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid. Ia pun harus pindah ke AC Milan dengan status pinjaman lalu ke Chelsea beberapa bulan setelahnya.

Performanya bisa dikatakan sangat buruk. Bersama dua klub tersebut, Higuain hanya mampu membukukan 13 gol dari semua ajang. Padahal torehan golnya tak pernah berada di bawah angka 20 dalam lima tahun sebelumnya. Jelas, Higuain jadi panen cercaan.

Ada yang Beda dari Higuain

Melihat penampilannya di musim lalu, Juventus sejatinya berniat untuk melepasnya pada bursa transfer kemarin. Namun pria berumur 32 tahun itu dikabarkan enggan pindah untuk membuktikan bahwa dirinya belum habis.

Benar saja. Higuain bermain dengan apik. Meskipun secara torehan gol ia belum membaik, namun kehadirannya di lini depan Juventus sangat dibutuhkan oleh Sarri. Bahkan mantan pelatih the Blues itu sampai heran melihat perubahan yang terjadi kepada bombernya itu.

"Di musim panas ini, saya melihatnya berlatih dengan level motivasi yang luar biasa," tutur Sarri dalam konferensi pers jelang laga kontra Torino di ajang Serie A, Minggu (3/11/2019) dini hari nanti, seperti yang dikutip dari GlobalWindow.

"Di London, saya mendengar beberapa komentarnya yang saya tak suka sama sekali, namun sekarang berbanding terbalik, artinya ada sesuatu yang berubah di benaknya. Dan saat dia sedang dalam motivasi yang tinggi, dia adalah pemain yang sangat penting," lanjutnya.

Perihal Kondisi Pjanic

Sebelum ini, Higuain sempat mengalami cedera hingga absen saat Juventus bertemu Genoa. Kabar baiknya, pemain yang juga pernah memperkuat Real Madrid tersebut dilaporkan sudah sembuh dan siap bermain kala menghadapi Torino.

Sementara itu, nasib yang berbeda dialami oleh Miralem Pjanic. Sama seperti Higuain, ia tidak ikut berpartisipasi dalam laga melawan Genoa karena cedera. Sarri sendiri belum bisa memastikan apakah gelandang asal Serbia itu bisa diturunkan atau tidak.

"Saya belum tahu soal itu, kemarin dia masih berlatih sendirian. Dia sempat bertemu dengan bagian medis, saya tak tahu apakah dia bisa bermain esok hari," tutupnya.

Pemain Arsenal Tak Sungkan Mengolok Unai Emery di Sesi Latihan, Wibawanya Sudah Jatuh?

KAMUBET
Sejumlah pemain Arsenal dikabarkan sudah tak sungkan lagi untuk mengolok bos mereka sendiri, Unai Emery dalam sesi latihan.

Sejak ditunjuk menjadi manajer Arsenal menggantikan Arsene Wenger pada musim panas 2018 lalu, Emery hingga kini masih berproses belajar bahasa Inggris.

Meski bahasa Inggris Emery kini sudah cukup lancar dibanding ketika pertama kali tiba di Inggris, akan tetapi aksen Spanyol bawaan aslinya masih terasa sangat kuat.

Tirukan Emery di Latihan

Belakangan ini kata-kata 'good evening' dengan aksen kuat milik Emery menjadi viral di media sosial. Emery dianggap lebih terdengar sedang mengucapkan 'good ebening'.

Kini dilansir GlobalWindow, beberapa pemain muda Arsenal kabarnya secara terang-terangan mengejek aksen kuat milik Emery tersebut.

Beberapa pemain tersebut dikabarkan kerap menirukan ucapan Emery dengan aksen khasnya dalam sesi latihan.

Masa Depan Unai Emery

Posisi Emery di Arsenal tengah berada dalam sorotan tajam seiring dengan performa tim asuhannya yang masih tak konsisten memasuki musim keduanya menangani The Gunners.

Emery dituding tak mampu menjaga keharmonisan dalam skuadnya. Eks pelatih PSG itu diyakini memendam masalah pribadi dengan Mesut Ozil.

Sementara itu, Granit Xhaka yang ditunjuk Emery untuk menjadi kapten utama tim justru dimusuhi fans. Parahnya, Xhaka justru membalas cemoohan para fans.

Sabtu, 02 November 2019

Perlahan dan Diam-Diam, Zinedine Zidane Temukan Starting XI Ideal Real Madrid

KAMUBET
Perkembangan Real Madrid mungkin tidak terlalu kentara. Perlahan-lahan, dengan tenang dan diam-diam, Zinedine Zidane mulai menemukan tim terbaiknya dalam beberapa pekan terakhir.

Mengutip GlobalWindow, Zidane boleh jadi belum membuat keputusan-keputusan ekstrem. Namun, dia justru membuat perubahan-perubahan kecil dalam membentuk wajah starting line-up Los Blancos.

Teranyar, Zidane membuat keputusan penting pada dua laga terakhir Madrid. Dia menurunkan tim yang sama persis pada laga kontra Galatasaray dan Leganes.

Utak-Atik Skuad

Pertama, ada Marcelo yang dipilih sebagai bek kiri inti. Madrid memang punya Ferland Mendy, tapi sepertinya dia masih butuh waktu untuk beradaptasi sebelum jadi pemain inti.

Lalu ada Fede Valverde yang tak tergantikan. Permainannya mungkin tidak menonjol, tidak individual. Namun, dia benar-benar penting untuk menjaga kekuatan lini tengah Madrid.

Rodrigo Goes pun tak lagi mengejutkan ketika turun sebagai starter. Dia sudah membuktikan kualitasnya pada beberapa kesempatan yang dia dapatkan.

Kemudian, ada Isco dan Luka Jovic yang masih menjadi pemain pengganti andalan Zidane. Nasib Vinicius Junior pun tidak jauh berbeda.

Perlahan Terbentuk

Thibaut Courtois pun sudah layak dianggap sebagai kiper utama Madrid. Dia terus diturunkan pada beberapa pertandingan terakhir. Juga ada beberapa nama lama yang menyusun tim inti Madrid, lengkap sudah.

Karim Benzema, Casemiro, Toni Kroos, Sergio Ramos, Raphael Varane, dan Dani Carvajal telah membuktikan diri sebagai pemain yang tidak tergantikan. Zidane pun memercayai nama-nama tersebut karena sudah mengenal mereka.

Kemudian, sebagai satu sentuhan terakhir, ada Galactico baru, Eden Hazard, yang mulai menemukan tempatnya dalam skuad. Hazard tampak kian nyaman bekerja sama dengan Benzema.

Starting XI Ideal

Saat ini, starting XI ideal Madrid adalah: Courtois; Carvajal, Varane, Ramos, Marcelo; Valverde, Casemiro, Kroos; Rodrygo, Benzema, Hazard.

Lalu, apabila Gareth Bale dan Luka Modric kembali pulih, Zidane mungkin bakal merombak kembali susunan pemain tersebut. Sampai saat itu tiba, Madrid setidaknya sudah stabil dengan skuad yang sekarang.

2 Klub Pilihan Cristiano Ronaldo Setelah Juventus, Balik ke MU?

KAMUBET
Cristiano Ronaldo kini tengah memainkan musim keduanya bersama Juventus. Walau sudah tidak muda lagi, Ronaldo diyakini masih punya ambisi besar. Ronaldo masih akan bermain saat kontraknya di Juventus habis.

Ronaldo pindah ke Juventus pada awal musim 2018/2019 yang lalu. Dia memilih pindah ke Turin karena merasa terkesan dengan sambutan hangat fans Juventus, usai dia membobol gawang Juve di Liga Champions bersama Real Madrid.

Juventus kemudian menebus pemain asal Portugal dengan harga 100 juta euro di bursa transfer musim panas 2018 lalu. Sejauh ini, Ronaldo menjadi pembelian paling mahal dalam sejarah Juventus. Dia juga mendapat gaji paling mahal di klub.

Ronaldo mendapat kontrak tiga tahun dari Juventus. Artinya, kontrak pemain berusia 34 tahun akan berakhir pada Juni 2022, tepat sebelum digelarnya Piala Dunia di Qatar. Ronaldo diyakini belum akan pensiun di tahun 2022.

Ronaldo Balik ke Manchester United?

Ronaldo menjalani musim pertama yang cukup apik bersama Juventus. Dia mampu mencetak 21 gol di Serie A. Level bermain jebolan akademi Sporting CP tersebut juga belum mengalami penurunan pada musim 2019/2020.

Dikutip dari GlobalWindow, Ronaldo sangat mungkin tidak meneken kontrak baru di Juventus. Sedangkan, pihak Juventus juga sudah bersiap untuk kehilangan CR7. Si Nyonya Tua kini sedang membidik Kylian Mbappe sebagai bintang.

Ronaldo juga disebut sudah menyiapkan opsi andai tidak lagi bersama Juventus. Don Balon menyebut Manchester United masih dalam opsi Ronaldo. Pulang ke Old Trafford sangat mungkin dilakukan andai prestasi Manchester United membaik.

Ambisi utama Ronaldo adalah bersaing di Liga Champions. Dia hanya akan pindah ke United andai klub lolos ke Liga Champions. Selain itu, Ronaldo juga ingin United membangun skuat yang kompetitif untuk bersaing di Eropa.

PSG Pilihan Paling Ideal?

Masih dikutip dari GlobalWindow, PSG bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Ronaldo. PSG merupakan tim yang mampu memenuhi kriteria Ronaldo, lolos ke Liga Champions memiliki kemampuan membangun tim secara kompetitif.

Pindah ke PSG juga bisa membuat koleksi gelar juara Ronaldo makin banyak. Sebab, PSG selama ini begitu dominan di kompetisi domestik Prancis. PSG adalah pelanggan juara Ligue 1.

Dari sisi finansial, PSG juga sangat mumpuni. PSG dikenal sangat royal kepada pemainnya. Mereka juga sudah pernah menjadi destinasi bagi bintang top dunia seperti David Beckham, Zlatan Ibrahimovic hingga Neymar.

Jadwal Bentrok, Liverpool Turunkan Dua Tim Berbeda di Hari yang Sama?

KAMUBET
Raksasa Premier League, Liverpool dikabarkan tengah mempertimbangkan ide 'gila' guna mengakali bentroknya jadwal laga Carabao Cup dengan Piala Dunia Antarklub.

Kemenangan lewat adu penalti atas Arsenal dini hari kemarin membuat Liverpool berhak lolos ke perempat final. Di babak ini, The Reds sudah dipastikan bakal berjumpa dengan Aston Villa.

Laga di kandang Aston Villa rencananya akan digelar pada 17 atau 18 Desember waktu setempat. Masalahnya, tanggal ini bentrok dengan jadwal tanding Jordan Henderson cs di pentas Piala Dunia Antarklub yang digelar di Qatar.

Godog Ide Gila

Dilansir GlobalWindow, Liverpool kabarnya tengah berdiskusi dengan pihak EFL selaku operator Carabao Cup tentang ide 'gila' sebagai solusi atas masalah jadwal bentrok ini.

Ide 'gila' yang dimaksud adalah memainkan dua tim berbeda pada hari yang sama. Tim senior Liverpool asuhan Jurgen Klopp akan tampil di laga semifinal Piala Dunia Antarklub pada 18 Desember 2019.

Sementara itu, pada hari yang sama atau sehari sebelumnya, Liverpool akan menurunkan tim bermaterikan pemain muda guna menghadapi Aston Villa.

Kemungkinan Lain

Kemungkinan lain yang paling dirasa masuk akal adalah mengundur jadwal laga Aston Villa vs Liverpool menjadi pada 8 Januari 2020 waktu setempat, atau ketika babak semifinal leg pertama mulai dihelat.

Solusi lain yang mengemuka adalah Liverpool mundur dari ajang Carabao Cup demi berpartisipasi di Piala Dunia Antarklub. Hal ini pernah dilakukan Manchester United pada 1999 silam ketika mereka mundur dari ajang Piala FA demi tampil di Piala Dunia Antarklub di Brasil.

Jika memang mundur, maka Liverpool diyakini bakal tetap wajib untuk membayarkan biaya kompensasi kepada Aston Villa karena tak bisa memainkan laga yang sudah dijadwalkan.

Latihan Jam 6 Pagi, Kisah Tipu Muslihat Carlos Tevez untuk Cristiano Ronaldo

KAMUBET
Carlos Tevez dan Cristiano Ronaldo pernah menjadi rekan satu tim di Manchester United. Carlos Tevez berkisah, suatu hari dia pernah menipu Ronaldo dengan latihan tim pada pukul 6 pagi.

Carlos Tevez pernah bermain untuk Manchester United pada tahun 2007 hingga 2009. Pria asal Argentina punya kemitraan yang bagus dengan Ronaldo dan Wayne Rooney di lini serang United.

Setelah membawa United menjadi juara Premier League musim 2008/2009, Carlos Tevez kemudian pindah ke Manchester City. Dari pemain yang begitu dipuja di Old Trafford, dia kemudian menjadi pemain yang paling dibenci fans United.

Dua tahun bersama Manchester United, Carlos Tevez menjadi saksi kerja keras yang dilakukan Ronaldo untuk sukses. Ronaldo menempa dirinya begitu keras pada sesi latihan agar bisa menjadi pemain terbaik.

Usaha Carlos Tevez Datang Latihan Lebih Awal

Carlos Tevez membenarkan bahwa Cristiano Ronaldo sangat terobsesi dengan latihan. Dia selalu punya waktu untuk berlatih lebih banyak porsi yang diberikan tim. Ronaldo berlatih dengan tingkat disiplin yang tinggi.

"Yang saya perhatikan tentang Ronaldo, dan yang pasti semua wanita juga melihatnya, adalah dia menghabiskan sepanjang hari di gym," kata Carlos Tevez seperti dikutip dari GlobalWindow.

"Itu adalah obsesi yang dia miliki. Jika kita berlatih pukul sembilan pagi, dia sudah ada di sana ketika Anda tiba di delapan. Jika Anda tiba di tujuh tiga puluh, dia sudah akan ada di sana," sambungnya.

Carlos Tevez kemudian berupaya untuk menipu Ronaldo. Suatu ketika, pemain yang pernah membela Boca Juniors tersebut berkata pada Ronaldo bahwa latihan akan digelar pukul 6 pagi. Carlos Tevez pun datang latihan pada pukul 6 pagi.

"Saya tiba pada pukul enam pagi untuk melakukannya dan dia sudah ada di sana. Ronaldo nampak masih mengantuk, tetapi dia sudah berada di sana," ucap Carlos Tevez.

Kesaksian Carlos Tevez Terhadap Lionel Messi

Carlos Tevez, selain pernah berada di tim yang sama dengan Cristiano Ronaldo, juga pernah bermain dengan Lionel Messi. Carlos Tevez menjadi rekan satu tim La Pulga ketika mereka membela timnas Argentina. Carlos Tevez pun tahu betul seperti apa Messi.

"Lionel Messi tampak sebagai bakat alami, itu sesuatu yang alami baginya. Namun, ada yang tidak ada dalam bakatnya, dia bekerja untuk melatihnya," ucap mantan pemain Juventus tersebut.

"Messi awalnya tidak terbiasa dengan tendangan bebas, tetapi dia sekarang bisa melakukannya. Dia bekerja keras untuk itu," ucap Carlos Tevez.

Lionel Messi tercatat sudah mencetak 50 gol dari tendangan bebas. Terakhir, eksekusi tendangan bebas Messi berujung gol ketika Barcelona berjumpa Real Valadollid pada Rabu (30/10/2019) dini hari WIB.

Chris Smalling Dapat Pesan dari Ole Gunnar Solskjaer, Apa Isinya?

KAMUBET
Chris Smalling tidak memperkuat Manchester United pada musim ini. Namun itu bukan berarti dirinya putus hubungan dengan sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer.

Pemain berumur 29 tahun itu memutuskan angkat kaki dari Old Trafford pada bursa transfer musim panas kemarin. Kemudian, ia hengkang ke AS Roma dengan status pinjaman selama satu tahun penuh.

Alasan kepindahannya cukup sederhana. Smalling diyakini bakalan kesulitan untuk mendapatkan menit bermain yang banyak bersama Manchester United musim ini. Sebab, klub raksasa Inggris itu baru saja kedatangan Harry Maguire dari Leicester City.

Manchester United harus merogoh kocek sebesar 80 juta pounds untuk membawa Maguire ke Old Trafford. Mengingat banyaknya uang yang dikeluarkan klub, maka sudah hampir mustahil jika Maguire duduk di bangku cadangan.

Smalling Dapat Pesan dari Solskjaer

Di AS Roma, Smalling seperti telah bangkit kembali. Ia sering dipercaya oleh Paulo Fonseca selaku pelatih untuk mengawal lini pertahanan klub berjuluk Giallorossi tersebut. Smalling membalas kepercayaan tersebut dengan penampilan yang apik.

Pria berkebangsaan Inggris itu sudah membukukan tujuh penampilan dalam semua kompetisi, tiga di antaranya berakhir dengan clean sheet untuk Roma. Termasuk saat mereka menang dengan skor telak 4-0 atas Udinese dalam laga lanjutan Serie A akhir pekan kemarin.

Dan ternyata, selama ini, Solskjaer tak pernah luput dari perkembangan Smalling di Italia. Saat diwawancarai GlobalWindow baru-baru ini, Smalling mengungkapkan bahwa dirinya masih saling kontak dengan Solskjaer melalui pesan singkat.

"Pelatih memberikan saya pesan. Dia menyaksikan saya, dia melihat saya menjadi man of the match dan memberikan ucapan selamat," tuturnya.

MU Butuh Pemain Baru

Beberapa rumor menyebutkan bahwa Roma tertarik untuk mengubah status Smalling dari pinjaman menjadi permanen. Berdasarkan kabar terakhir, kedua tim sudah saling bertemu dan mulai membicarakan masa depan sang bek.

Namun Smalling sendiri mengindikasikan bahwa dirinya ingin berjuang mendapatkan tempat di Manchester United saat masa kebersamaannya dengan Giallorossi selesai. "Saya rasa saya akan menjadi pemain yang lebih baik saat kembali ke Manchester bulan Mei nanti," lanjutnya.

Smalling juga memberikan pandangannya soal kondisi Manchester United yang sempat mengalami keterpurukan. Menurutnya, the Red Devils sedang berada di peringkat yang tidak seharusnya.

"Posisi di liga tidak bisa diterima dan, menurut saya, salah. United punya sekelompok pemain yang bagus. Cedera sama sekali tak membantu dan saya sangat yakin posisinya akan menjadi lebih baik. Apakah mereka butuh tambahan pemain? Ya, tak perlu diragukan lagi," tandasnya.

Chelsea Nyaris Kalahkan MU karena Kata-kata Pembangkit Semangat dari Lampard

KAMUBET
Chelsea sudah dipastikan tersingkir dari ajang Carabao Cup. Di laga babak 16 besar yang digelar pada hari Kamis (31/10/2019) kemarin, skuat besutan Frank Lampard itu dikalahkan oleh Manchester United dengan skor tipis 1-2.

Pertandingan tersebut berjalan dengan cukup sengit. Chelsea mendominasi permainan secara penguasaan bola, sementara Manchester United lebih sering mendekam di wilayahnya sendiri dan mencari peluang menyerang balik.

MU yang berstatus sebagai tim tamu berhasil unggul pada menit ke-25 setelah Marcus Rashford mencetak gol melalui titik putih. Chelsea kerepotan untuk menyamakan kedudukan hingga wasit menutup babak pertama.

Di babak kedua, Chelsea bermain lebih baik. Mereka akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui aksi Michy Batshuayi yang sensasional. Sayangnya, the Blues gagal mempertahankan momentum hingga kebobolan oleh tendangan bebas Rashford.

Rahasia Kebangkitan Chelsea

Dalam laga tersebut, Lampard menurunkan sejumlah pemain mudanya untuk mendapatkan kesempatan bermain di laga yang krusial. Salah satunya adalah Marc Guehi.

Saat ditemui awak media, Guehi mengungkapkan perkataan Lampard semasa jeda babak pertama. Perkataan eks pelatih Derby County tersebut menjadi latar belakang kebangkitan Chelsea di pertandingan itu.

"Di masa jeda pelatih meminta kami untuk terus melakukan apa yang sedang dilakukan, terus membuat bola bergerak cepat, tapi dengan sedikit intens serta lebih bersemangat," ujarnya seperti yang dikutip dari GlobalWindow.

"Itulah yang kami coba lakukan, dan kami keluar dengan cepat serta lebih kuat. Michy mencetak gol fantastis, sayangnya kami pulang dengan kekalahan," lanjutnya.

Soal Tendangan Bebas Rashford

Guehi juga mengomentari tendangan bebas Rashford yang menjadi penentu kemenangan Manchester United. Katanya, eksekusi pemain Timnas Inggris itu terlalu apik sampai timnya tak bisa berbuat apa-apa.

"Itu adalah tendangan bebas yang fantastis, saya sudah melihat tayangan ulangnya, kami tak bisa melakukan apapun jadi pujian untuk mereka," tandasnya.

Meski tersingkir, namun Chelsea masih memiliki tiga kompetisi lain yang bisa dimainkan. Kompetisi yang dimaksud adalah FA Cup, Premier League, dan juga Liga Champions.